Maka kita harus menajamkan arah perjuangan, mengasah kekuatan argumentasi untuk melawan hasutan syethan berdarah merah dan meruntuhkan produk-produk mereka berupa sistem kufur yang bobrok. Di samping itu mahasiswa harus memahami, bahwa perubahan ke arah kebangkitan Islam harus dipandu dengan kekuatan ruhiyah yang mengakar, tidak cukup dengan kobaran semangat serta respon realitas.
Adalah sifat hewani jika bertindak dengan dasar perasaan emosional tampa berpikir cemerlang, adalah kebobrokan gerak tampa diseratai ruhiyah, adalah kegagalan sebuah gerakan tampa konsep dan metode, dan adalah kobohongan nyata bagi yang menginginkan perubahan fundamental menuju kebangkitan, tampa konsep mendasar.
Untuk itu, mahasiswa sebagai segmentasi umat dengan idealisme yang tinggi, perlunya rekontruksi tuntutan, yang merupakan tugas dan tanggung-jawab kita sebagai pengontrol kebijakan penguasa. Maka untuk membangun itu, internalisasi gerakan perlu diperhatikan.
1. Menginstal pemikiran ke dalam jasad para revolt.
2. Membangun loyalitas para revolt.
3. Membangun konsep pasca perubahan
4. Membangun Metode dalam merealisasikan konsep tersebut pasca perubahan.
Rekontruksi tuntutan merupakan satu-satunya arah perjuangan baru bagi mahasiswa pasca reformasi. Tuntutan perubahan selama ini hanya berkisar ganti #rezim ganti #undang-ndang, sehingga rekontruksi dari tuntutan tersebut harus berubah menjadi ganti #REZIM ganti SISTEM. Dan rekontruksi tuntutan tersebut dibangun dari tiga aspek yaitu aspek historis, empiris, dan normatif.
Dari aspek historis; dalam sepanjang sejarah, negeri ini telah mengalami beberapa kali perubahan melalui tangan mahasiswa yaitu ganti rezim melalui reformasi dan amandemen uu melalui orde baru, namun bekas perjuangan mereka tergilas tampa arah. Aspek empiris; kerusakan negeri ini dari segala sektor kehidupan, tidak cukup mengalamatkan manusia sebagai aktor kerusakan semata, namun lebih tepatnya manusia sebagai aktor kerusakan negeri ini karna menjalankan sistem yang rusak. Bagaikan sopir profesional menggunakan mobil rusak, tentu akan berakibat fatal bagi penumpangnya. Kerusakan sistem tersebut di karnakan asas yang mendasarinya, yaitu asas sekularisme. #aspek normatif; mengamati kerusakan negeri ini dikarnakan asas ideologi yang bathil yaitu menafikan Islam dalam kehidupan publik, maka dengan tuntutan akidah Islam, seorang muslim berkewajiban meruntuhkan dan menghancurkan ideologi tersebut, karna telah mengkerdilkan ruang lingkup ajaran Islam, dan menggantinya dengan Ideologi Islam, karna dengan Ideologi Islam, tuntutan akidah Islam bisa terealisasikan secara kaffah.
Itulah tiga aspek mengapa mahasiswa perlunya melakukan rekontruksi tuntutan dalam setiap merespon kebijakan rezim tirani. Namun hal itu tidak sempurna, jika sebuah gerakan hanya berhaluan pada aspek sosial, akhlak, ekonomi, pendidikan dan kemiliteran. Semua itu merupakan tiori menuju kebangkitan yang salah, di akibatkan atas kekeliruan dalam mendiagnosa persoalan umat.
Maka untuk menyempurnakan seruan perubahan mahasiswa, meledakan opini perubahan, dan merealisasikan tuntutan, maka Mahasiswa harus bersentuhan dengan aktivitas politik dan menjadikan partai politik sebagai kendaraannya. Tentu politik yang dimaksud adalah politik dalam terminologi Islam, bukan politik dalam sistem kufur Demokrasi.[]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar